Lokakarya Mendorong Musdes Perempuan dan Kelompok Rentan telah dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro sebagai upaya memperkuat partisipasi dalam perencanaan pembangunan desa. Kegiatan diawali dengan registrasi peserta yang terdiri dari unsur pemerintah desa, pendamping desa, perwakilan perempuan, dan kelompok rentan, adapun lokakarya tersebut bertema “Menguatkan Partisipasi Perempuan dan Kelompok Rentan melalui Musyawarah Desa Inklusif”.
Acara pada hari kamis 07 Mei 2026 dimulai dengan sambutan dari Pengurus Aisyiah Jawa Timur, serta dibuka dengan arahan dari Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Bojonegoro. Dalam arahannya, disampaikan pentingnya mewujudkan Musyawarah Desa yang inklusif agar aspirasi perempuan dan kelompok rentan dapat terakomodasi dalam kebijakan pembangunan desa serta kegiatan ini sudah sesuai regulasi untuk diterapkan di Desa.
Memasuki sesi inti peserta mendapat paparan dari dua narasumber. Narasumber pertama dari Bappeda Kabupaten Bojonegoro yaitu Bu Wiwik menyampaikan materi “Kebijakan dan Strategi Partisipasi Bermakna Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Musrenbangdes dan Musyawarah Desa Inklusif/Khusus”. Dilanjutkan narasumber kedua dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Bojonegoro yang memaparkan “Strategi Mainstreaming Isu-isu Perempuan dan Kelompok Rentan dalam Perencanaan Pembangunan Desa”.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu moderator. Peserta aktif mengidentifikasi tantangan dan merumuskan strategi pelaksanaan Musrenbangdes/Musdes Khusus Perempuan dan Kelompok Rentan di tingkat desa. Diskusi ini menghasilkan berbagai masukan praktis untuk mendorong ruang partisipasi yang setara.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai komitmen bersama untuk mengimplementasikan hasil lokakarya di masing-masing desa.
Ah Mubin Masduqi selaku Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Bojonegoro hadir dan mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengurus Aisyiah tersebut, kegiatan ini sesuai semangat membangun desa dengan memperdayakan perempuan desa serta kaum rentan untuk ikut serta dalam proses perencanaan dan pembangunan desa.
Melalui lokakarya ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan desa mampu menyelenggarakan Musyawarah Desa yang lebih inklusif, responsif gender, dan berpihak pada kelompok rentan, sehingga pembangunan desa berjalan adil dan berkelanjutan.


Komentar
Posting Komentar